<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>SPT PAJAK DOT COM</title>
	<atom:link href="http://spt-pajak.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://spt-pajak.com</link>
	<description>Memahami SPT dan Pajak</description>
	<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 10:22:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bayar  Zakatnya, Kurangi Pajaknya</title>
		<link>http://spt-pajak.com/bayar-zakatnya-kurangi-pajaknya.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/bayar-zakatnya-kurangi-pajaknya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 10:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PPh Orang Pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>

		<category><![CDATA[Perhitungan Pajak]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Tahunan]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[amil zakat]]></category>

		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0000870";
var sitti_ad_width = "300";
var sitti_ad_height = "160";
var sitti_ad_type = "6";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "1199";

 &#160;Powered by Max Banner Ads&#160;Tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Gagas Pajak edisi V/Oktober 2011
Seorang pemeluk agama Islam memiliki kewajiban menyisihkan sebagian harta atau penghasilannya untuk membayar zakat. Sementara itu, sebagai [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/bayar-zakatnya-kurangi-pajaknya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kewajiban Penyampaian SPT Tahunan Bagi Istri</title>
		<link>http://spt-pajak.com/kewajiban-penyampaian-spt-tahunan-bagi-istri.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/kewajiban-penyampaian-spt-tahunan-bagi-istri.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 15:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PPh Orang Pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>

		<category><![CDATA[Perhitungan Pajak]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Tahunan]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[
Pada dasarnya Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dikenakan terhadap satu keluarga sebagaimana diatur  dalam Pasal 8 ayat (1) UU PPh yang mengatur bahwa penghasilan atau kerugian istri dianggap sebagai penghasilan atau kerugian suaminya.. Penggabungan penghasilan ini tidak berlaku jika penghasilan istri semata-mata berasal dari satu pemberi kerja dan sudah dipotong PPh Pasal [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/kewajiban-penyampaian-spt-tahunan-bagi-istri.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pembetulan SPT Pada Saat Pemeriksaan</title>
		<link>http://spt-pajak.com/pembetulan-spt-pada-saat-pemeriksaan.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/pembetulan-spt-pada-saat-pemeriksaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 17:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SPT Masa]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Tahunan]]></category>

		<category><![CDATA[pembetulan]]></category>

		<category><![CDATA[SPT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[

Pada dasarnya pembetulan SPT, baik SPT Masa maupun SPT Tahunan, dapat dilakukan sebelum dilakukan pemeriksaan sebagaimana saya tulis di Pembetulan SPT Tahunan Sebelum Pemeriksaan. Namun demikian, ternyata walaupun sudah dilakukan pemeriksaan Wajib Pajak masih dapat membetulkan SPT asalkan belum diterbitkan surat ketetapan pajak. Artinya, Wajib Pajak dapat melakukan pembetulan SPT selama berlangsungnya pemeriksaan.
Pembetulan jenis ini [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/pembetulan-spt-pada-saat-pemeriksaan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pembetulan SPT Sebelum Pemeriksaan</title>
		<link>http://spt-pajak.com/pembetulan-spt-sebelum-pemeriksaan.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/pembetulan-spt-sebelum-pemeriksaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 16:19:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SPT Masa]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Tahunan]]></category>

		<category><![CDATA[pembetulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[







Surat Pemberitahuan (SPT), baik SPT Tahunan maupun SPT Masa mungkin terdapat kekeliriuan atau kesalahan dalam pengisian atau pembuatannya. Nah, atas kesalahan atau kekeliruan ini, Wajib Pajak dapat melakukan pembetulan atas SPT yang telah disampaikan, sebagai bentuk koreksi terhadap kesalahan atau kekeliruan dalam SPT.
Masalah pembetulan SPT ini diatur dalam Pasal 8 Undang-undang Ketentuan Umum dan Tatacara [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/pembetulan-spt-sebelum-pemeriksaan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jatuh Tempo Pembayaran dan Pelaporan PPh Pasal 22</title>
		<link>http://spt-pajak.com/jatuh-tempo-pembayaran-dan-pelaporan-pph-pasal-22.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/jatuh-tempo-pembayaran-dan-pelaporan-pph-pasal-22.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 23:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PPh Pasal 22]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Masa]]></category>

		<category><![CDATA[Surat Setoran Pajak]]></category>

		<category><![CDATA[jatuh tempo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.03/2007, tanggal jatuh tempo pembayaran PPh Pasal 22 adalah :

PPh Pasal 22 atas impor harus dilunasi bersamaan dengan saat pembayaran Bea Masuk dan dalam hal Bea Masuk ditunda atau dibebaskan, PPh Pasal 22 atas impor harus dilunasi pada saat penyelesaian dokumen pemberitahuan pabean impor.
PPh Pasal 22 atas impor yang dipungut [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/jatuh-tempo-pembayaran-dan-pelaporan-pph-pasal-22.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SPT Masa PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember dan Contoh Pengisiannya</title>
		<link>http://spt-pajak.com/spt-masa-pph-pasal-21-masa-pajak-desember-dan-contoh-pengisiannya.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/spt-masa-pph-pasal-21-masa-pajak-desember-dan-contoh-pengisiannya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 13:27:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>

		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>

		<category><![CDATA[Perhitungan Pajak]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Masa]]></category>

		<category><![CDATA[spt masa pph pasal 21 desember]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[SPT Tahunan PPh Pasal 21 sudah tidak ada lagi. Fungsi utama SPT Tahunan PPh Pasal 21 adalah untuk melaporkan PPh Pasal 21 terutang dan PPh Pasal 21 yang sudah dibayar dalam satu tahun. Untuk pegawai tetap dan penerima pensiun bulanan, SPT Tahunan PPh Pasal 21 berfungsi untuk melakukan koreksi atas perhitungan yang telah dilakukan secara [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/spt-masa-pph-pasal-21-masa-pajak-desember-dan-contoh-pengisiannya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tatacara Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 23</title>
		<link>http://spt-pajak.com/tatacara-penyetoran-dan-pelaporan-pph-pasal-23.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/tatacara-penyetoran-dan-pelaporan-pph-pasal-23.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 15:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PPh Pasal 23]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Masa]]></category>

		<category><![CDATA[Surat Setoran Pajak]]></category>

		<category><![CDATA[spt pph pasal 23]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[
Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 23 memiliki kewajiban melakukan penyetoran PPh Pasal 23 ke kas negara atas PPh Pasal 23 yang dipotong dari penerima penghasilan. Terhadap penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 23 kepadanya diberikan bukti pemotongan PPh Pasal 23. Atas pemotongan yang telah dilakukan salam suatu masa pajak, Wajib Pajak sebagai pemotong pajak wajib melakukan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/tatacara-penyetoran-dan-pelaporan-pph-pasal-23.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penghasilan Yang Tidak Dipotong PPh Pasal 23</title>
		<link>http://spt-pajak.com/penghasilan-yang-tidak-dipotong-pph-pasal-23.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/penghasilan-yang-tidak-dipotong-pph-pasal-23.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 14:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>

		<category><![CDATA[Perhitungan Pajak]]></category>

		<category><![CDATA[PPh Pasal 23]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[
Terkait dengan penghasilan yang menjadi objek pemotongan PPh Pasal 23 ini, tidak boleh dilupakan bahwa terdapat pengecualian penghasilan yang dipotong PPh Pasal 23. Penghasilan-penghasilan yang tidak dipotong PPh Pasal 23 ini dicantumkan dalam Pasal 23 ayat (4) Undang-undang Pajak Penghasilan 1984. Berikut ini adalah penghasilan-penghasilan yang dikecualikan dari pemotongan PPh Pasal 23.
1. Penghasilan yang dibayar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/penghasilan-yang-tidak-dipotong-pph-pasal-23.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Adakah Faktur Pajak Sederhana?</title>
		<link>http://spt-pajak.com/masih-adakah-faktur-pajak-sederhana.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/masih-adakah-faktur-pajak-sederhana.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 02:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Klinik Pajak]]></category>

		<category><![CDATA[Pajak Pertambahan Nilai]]></category>

		<category><![CDATA[Perhitungan Pajak]]></category>

		<category><![CDATA[Faktur Pajak]]></category>

		<category><![CDATA[faktur pajak sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[

Tanya :
Yth. Pengasuh Klinik Pajak
Saya adalah pengusaha perdagangan eceran peralatan rumah tangga. Dalam melaksanakan kewajiban PPN, biasanya saya memungut PPN dari pembeli dengan menerbitkan faktur pajak sederhana. Baru-baru ini saya mendengar bahwa sekarang tidak ada lagi faktur pajak sederhana. Nah, apakah memang benar berita seperti itu? Kalau memang benar, bagaimana sekarang saya harus membuat faktur [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/masih-adakah-faktur-pajak-sederhana.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SPT Masa PPN 1111 DM</title>
		<link>http://spt-pajak.com/spt-masa-ppn-1111-dm.html</link>
		<comments>http://spt-pajak.com/spt-masa-ppn-1111-dm.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 14:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PPN]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Masa]]></category>

		<category><![CDATA[e-SPT]]></category>

		<category><![CDATA[1111]]></category>

		<category><![CDATA[1111 DM]]></category>

		<category><![CDATA[SPT]]></category>

		<category><![CDATA[SPT Masa PPN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spt-pajak.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[


Mulai masa pajak Januari 2010, SPT Masa PPN yang sekarang berlaku yaitu formulir SPT Masa PPN 1107 dan formulir SPT Masa PPN 1108 sudah tidak berlaku lagi. Sebagai gantinya adalah formulir SPT Masa PPN formulir 1111 dan formulir 1111 DM. Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada umumnya akan menggunakan formulir SPT Masa PPN 1111 karena inilah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://spt-pajak.com/spt-masa-ppn-1111-dm.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: spt-pajak.com @ 2012-02-04 22:09:01 -->
