Home > e-SPT, PPh Masa, PPh Pasal 21, SPT Masa > Sekilas Isi e-SPT Masa PPh Pasal 21

Sekilas Isi e-SPT Masa PPh Pasal 21


 Powered by Max Banner Ads 

Setelah melakukan instalasi e-SPT Masa PPh Pasal 21, sekarang saya coba mengenalkan sekilas isi dari program e-SPT Masa PPh Pasal 21 ini.

Hal pertama yang harus difahami perbedaan antara e-SPT PPh Pasal 21 yang dulu dan yang baru sekarang adalah bahwa pada e-SPT yang lama SPT Masa PPh Pasal 21 merupakan bagian dari e-SPT PPh Masa di mana di program tersebut terdapat pula proram e-SPT untuk PPh Pasal 22, PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat (2) serta e-SPT PPh Pasal 15. e-SPT Tahunan PPh Pasal 21 digabung dengan e-SPT Tahunan PPh Badan. Kini, PPh Pasal 21 memiliki satu program e-SPT tersendiri terpisah dari e-SPT yang lain.

Pada e-SPT Masa PPh Pasal 21 ini masih tetap harus melakukan setting regional Indonesia. Namun demikian, setting ODBC sudah tidak perlu dilakukan karena e-SPT ini sudah otomatis membuatkan database default bernama DBPPHMASAV3. Untuk penggunaan beberapa perusahaan, maka kita perlu membuat beberapa database dengan melakukan setting ODBC sendiri.

Pertama kali masuk program e-SPT ini kita diminta untuk menginputkan NPWP, melakukan login, kemudian meginput data profil perusahaan pemotong PPh Pasal 21. Setelah itu barulah kita akan masuk ke area utama e-SPT Masa PPh Pasal 21.

Ada lima menu utama yaitu : menu Program, SPT PPh, SPT Tools, Utility dan Help. Menu Program digunakan untuk melakukan setting SPT atau membuat SPT dan membuka SPT yang ada. Menu SPT PPh aktif kalau sudah melakukan setting SPT atau membuka SPT. Di menu inilah kita bisa membuat SPT termasuk lampiran-lampirannya.

Menu SPT Tools digunakan untuk menghapus SPT, mencetak SPT dan membuat file pelaporan SPT dalam bentuk csv format. Sementara di menu Utility terdapat submenu profil Wajib Pajak, submenu Referensi untuk mensetting PTKP, BTKP, biaya jabatan dll, submenu setting tarif untuk menetukan tarif Pasal 17 dan tarif final. Submenu lain adalah impor data, ekspor data dan setting username d6an password.

Nah, untuk melihat gambaran isi dari e-SPT PPh Masa, saya sudah menyediakan file powerpoint yang berisi capture dari screen ketika membuka program e-SPT di bawah ini.

Categories: e-SPT, PPh Masa, PPh Pasal 21, SPT Masa Tags:
  1. August 25th, 2009 at 06:29 | #1

    apakah npwp pribadi harus dilaporkan setiap bulannya.bagaimana cara melaporkan pajak PPN DN dan Pasal 21, Pasal 25/26 Setiap bulannya

    Tergantung jenis penghasilannya. Kalau penghasilannya dari pekerjaan saja, tidak ada kewajiban lapor tiap bulan, tidak ada juga kewajiban PPN dan PPh Pasal 21

  2. October 13th, 2009 at 18:19 | #2

    Mohon Bantuannya
    saya ada permasalahan mengenai setting ODBC….
    pertama-tama
    krna ada kerusakan sistem di komputer awal..
    saya pindahkan database espt ppn dan pph ke laptop..
    dengan cara mengcopy ke espt yg baru di install.
    semula berhasil ODBC sudah Connect..
    tetapi setelah komputer selesai d perbaiki..
    saya bermaksud mengembalikan database yg telah dicopy ke laptop ke komputer semula..
    tapi sampai saat ini tidak berhasil..
    padahal prosedur nya sudah benar…
    Sehingga saya pakai Laptop u/ laporan pajak..
    di karenakan tidak tahu apa permasalahannya sehingga settingan ODBC ke komputer tidak dapat berhasil.

    Dipastikan bahwa setting ODBC nya telah diarahkan ke file database yang sudah dicopy…

  3. ryan
    October 28th, 2009 at 11:55 | #3

    saya download aplikasi eSPT 1770ss dari situs ditjen pajak…saya ada kesulitan untuk login k dalam aplikasi..

    user id dan password apa yg harus sya pakai untuk login nya ya…??

  4. lingga
    November 26th, 2011 at 03:01 | #4

    kenapa ya, ko di menu spt pph – daftar bukti potong untuk pemotongan 1721-1-A1 nya gk aktif, gimana ya biar bisa aktif dan menginput data
    tq.

  5. sapta
    January 24th, 2014 at 07:38 | #5

    formulir apa saja yang perlu dilampirkan setiap bulan untuk PPh 21 yang terbaru?

  1. No trackbacks yet.