Powered by Max Banner Ads 

Objek PPh Pasal 22 berupa ekspor termasuk jenis objek PPh Pasal 22 yang baru. Jenis barangnya pun dibatasi hanya untuk ekspor barang berupa komoditas tambang batu bara, minerl logam dan minerl bukan logam.

Pemungut PPh Pasal 22 atas ekspor komoditas tambang batubara, mineral logam, dan mineral  bukan logam adalah Bank Devisa dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.  Jenis komoditas tambang batubara, mineral logam, dan mineral bukan logam adalah sesuai uraian barang dan pos tarif /Harmonized System (HS) sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Peraturan Menteri Keuangan. Wajib Pajak yang dipungut PPh Pasal 22 adalah ekportir yang melakukan ekspor komoditas tambang batubara, mineral logam dan mineral bukan logam, kecuali Wajib Pajak yang terikat dalam perjanjian kerjasama pengusahaan pertambangan dan Kontrak Karya.

Besarnya PPh Pasal 22 yang dikenakan adalah 1,5% (satu koma lima persen) dari nilai ekspor sebagaimana tercantum dalam Pemberitahuan Ekspor Barang. PPh Pasal 22 terutang dan dilunasi bersamaan dengan saat penyelesaian dokumen pemberitahuan pabean atas ekspor.

Contoh:

PT COALINDO NUSANTARA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penambangan batubara di mana hasil penambangan batubaranya sebagian besar diekspor ke Tiongkok. Pada bulan Agustus 2016, PT COALINDO NUSANTARA melakukan ekspor batubara dengan nilai ekspor US$ 2.000.000 kepada mitra dagangnya d Tiongkok. Kurs Menteri Keuangan yang berlaku pada saat ekspor adalah Rp13.500/US$.

Besarnya PPh Pasal 22 terutang adalah

            1,5% x US$2.000.000 x Rp13.500/US$ = Rp405.000.000,00.