Home > Pajak Penghasilan, Perhitungan Pajak > Penghitungan, Penyetoran dan Pelaporan PPh Final UMKM

Penghitungan, Penyetoran dan Pelaporan PPh Final UMKM


 Powered by Max Banner Ads 

Besarnya PPh Final yang harus disetor oleh Wajib Pajak yang terutang PPh Final UMKM, adalah 1% dari peredaran bruto (omzet) setiap bulan untuk setiap kegiatan usaha. Misalnya, Tuan Abdullah, pemilik usaha restoran di kota A dan di kota B. Omzet bulan Juli 2013 untuk restoran di kota A Rp200.000.000,00, dan omzet restoran di kota B adalah Rp150.000.000,00. PPh terutang untuk restoran di kota A adalah 1% x Rp200 Juta = Rp2 Juta dan PPh terutang untuk restoran di kota B adalah 1% x Rp150 Juta = Rp1,5 Juta.

Atas PPh Final yang terutang setiap bulan untuk setiap tempat kegiatan usaha tersebut Wajib Pajak harus menyetorkannya ke kas negara. Pembayaran atau penyetoran dilakukan di bank persepsi atau kantor pos dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP). Penyetoran dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Jadi, Tuan Abdullah harus menyetor PPh Final Rp2 Juta dan Rp1,5 Juta paling lambat tanggal 15 Agustus 2013.

Pembayaran Rp2 Juta dilakukan menggunakan kode KPP A (misal wilayah kerja KPP A adalah kota A).  Pembayaran Rp1,5 Juta dilakukan menggunakan kode KPP B (misal wilayah kerja KPP B adalah kota B). Untuk pengisian kode akun pajak dan kode jenis setoran adalah 411128 (kode akun pajak) dan 420 (kode jenis setoran).

Wajib Pajak kemudian harus melakukan pelaporan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Jadi Tuan Abdullah harus melaporkan pembayaran Rp2 Juta dan Rp1,5 Juta ke KPP A dan KPP B pada tanggal 20 Agustus 2013. Namun demikian, Wajib Pajak telah dianggap melaporkan atau menyampaikan SPT Masa, sesuai dengan tanggal validasi NTPN yang tercantum pada SPT Masa. Jadi, Tuan Abdullah, sebenarnya sudah dianggap melaporkan pada tanggal 15 Agustus 2013 kalau Tuan Abdullah melakukan pembayaran tanggal 15 Agustus 2013, di mana dalam SSP tercantum validasi NTPN.

Demikianlah, tatacara penghitungan, penyetoran dan pelaporan pajak yang harus dilakukan oleh Wajib Pajak yang terutang PPh Final 1%, yang pada umumnya merupakan Wajib Pajak pelaku usaha  kecil dan mikro, dan menengah (UMKM). Semoga bermanfaat.

  1. ran_mouri
    September 16th, 2013 at 06:29 | #1

    met siang, mo tanya cara penghitung peredaran bruto gimana? sama dengan omzetkah? trims

  2. Dewi Nathalia
    October 3rd, 2013 at 04:42 | #2

    Dear Pak Dudi..

    Jika pembayaran pph umkm dimulai bulan juli 2013, lalu bagaimana nanti untuk yang bulan januari-juni 2013?
    Tetap nanti di maret 2014 membuat SPT badan seperti biasa untuk pembukuan yang januari-juni 2013?

  3. March 11th, 2014 at 04:34 | #3

    SOFTWARE PAJAK MURAH (TAXCALC)

    Kesulitan dengan penyusunan PPh pasal 21?
    belum terintegrasi dengan e-SPT PPN sehingga mempersulit?

    Banyaknya regulasi pajak yang harus dipenuhi tiap tahun kini tidak menjadi kendala, TaxCalc adalah sebuah solusi aplikasi yang dirancang khusus untuk memudahkan perkejaan anda dalam masalah pelaporan pajak dengan cepat dan akurat.

    INGIN MENCOBA? Taxcalc Gratis bisa anda download http://softwarepajak.net/

    Fiture Taxcalc:

    * Mencakup segala perhitungan PPh.21 secara lengkap dan akurat
    * Menghasilkan Payroll dan laporannya
    * Mencetak otomatis semua form pajak PPh.21 [ 1721-I, 1721-II, 1721-III, 1721-IV, 1721-V,1721-VI,1721-VII, 1721-A1, 1721-A2]
    * Terintegrasi dengan eSPT Pemerintah
    * Sangat mudah dipakai
    * Cetak SPT yang siap untuk diberikan ke perusahaan
    * Jenis kompensasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan
    * Licensing yang dapat diperpanjang
    * Opsi mendapatkan full Technical Support
    * Opsi untuk mendapatkan training
    * Pembayaran gaji melalui electronic bank
    * Jenis kompensasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan
    * Menghasilkan PPh 1770I – Penghasilan Pribadi
    * Executive Information System – full graphic
    * Menghasilkan laporan khusus
    * Import and export segala komponen dari MS Excel

    Taxcalc Gratis bisa anda download http://softwarepajak.net/

  4. April 29th, 2014 at 07:20 | #4

    saya mau tanya,

    saya bekerja di PT. yg sdh PKP namun omzetnya kurang dari 4,8M / thn, apakah kami termasuk yg di kenakan PPh 1 % dari penjualan? atau tidak?

    terimakasih

    salam

  5. yuli
    January 7th, 2015 at 02:33 | #5

    berarti untuk pelaporannya tidak menggunakan spt pph pasal 4 ayat2 ya? terima kasih

  6. orin
    April 22nd, 2015 at 09:18 | #6

    untuk wp badan g kurang dari 4,8 m apakah bisa dikreditin utk pph 23 nya..

  1. January 7th, 2015 at 17:50 | #1
  2. January 7th, 2015 at 20:22 | #2
  3. January 7th, 2015 at 23:50 | #3