Home > NPWP > NPWP Istri : Ikut Suami Atau Punya Sendiri

NPWP Istri : Ikut Suami Atau Punya Sendiri


 Powered by Max Banner Ads 

Salah satu masalah NPWP yang sering menjadi tanda tanya di masyarakat adalah tentang kepemilikan NPWP bagi wanita kawin atau istri. Dalam beberapa tulisan terdahulu saya pernah menegaskan bahwa pada dasarya satu keluarga cukup satu NPWP, dalam artian istri ikut NPWP suami. Namun demikian, istri dapat memiliki NPWP sendiri bila hidup berpisah atau melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan. Istri juga dapat berNPWP sendiri bila memang berkehendak demikian.

Pemahaman saya seperti itu saya dapatkan dari kandungan Undang-undang PPh dan Undang-undang KUP. Nah, hal seperti ini kemudian di tegaskan pula oleh Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2011, tepatnya di Pasal 2.

Ya, di Pasal 2 ayat (3) PP 74 Tahun 2011 tersebut ditegaskan bahwa, wanita kawin yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif tetapi tidak hidup berpisah atau tidak melakukan perjanjian pisah harta, maka hak dan kewajiban perpajakannya digabungkan dengan hak dan kewajiban suaminya. Dengan kata lain, NPWP sang istri ikut NPWP suaminya.

Bagaimana jika sebelum menikah si istri sudah memiliki NPWP? Penjelasan Pasal 2 ayat (3) ini menegaskan bahwa bila wanita kawin telah memiliki NPWP sebelum kawin, wanita kawin tersebut harus mengajukan permohonan penghapusan NPWP dengan alasan bahwa pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakannya digabungkan dengan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan suaminya. Dengan demikian jelaslah bahwa NPWP istri bisa dihapuskan bila menikah.

Nah, di penjelasan Pasal 2 ayat (3) juga dinyatakan bahwa tidak termasuk dalam pengertian hidup terpisah adalah suami istri yang hidup terpisah antara lain karena tugas, pekerjaan, atau usaha. Misalnya suami istri berdomisili di Salatiga. Karena suami bekerja di Pekanbaru, yang bersangkutan bertempat tinggal di Pekanbaru sedangkan istri bertempat tinggal di Salatiga.

Namun demikian, dalam hal wanita kawin ingin melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan secara terpisah dari suaminya, maka wanita kawin tersebut harus mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak.

Berikut contoh sebagaimana dinyatakan dalam penjelasan Pasal 2 ayat (4) PP 74 Tahun 2011:

Bapak Bagus yang telah memiliki NPWP 12.345.678.9-XXX.000 menikah dengan Ibu Ayu yang belum memiliki NPWP. Ibu Ayu  memperoleh penghasilan dan ingin melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan secara terpisah dari suaminya. Oleh karena itu, Ibu Ayu harus mendaftarkan diri ke Kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk memperoleh NPWP dan diberi NPWP baru dengan nomor 98.765.432.1-XXX.000.

Dalam kasus wanita kawin yang ingin melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan secara terpisah dari kewajiban perpajakan suaminya dan ia telah memiliki NPWP sebelum kawin, maka NPWP yang telah dimiliki sebelum kawin tersebut digunakan dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan secara terpisah dari suaminya, sehingga wanita kawin tersebut tidak perlu mendaftarkan diri lagi untuk memperoleh NPWP.

Contoh :

Lisa memperoleh penghasilan dan telah memiliki NPWP dengan nomor 56.789.012.3-XYZ.000. Lisa kemudian menikah dengan Hengki yang telah memiliki NPWP 78.901.234.5-XYZ.000. Apabila Lisa setelah menikah memilih untuk melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan secara terpisah  dari suaminya, maka Lisa tidak perlu mendaftarkan diri lagi untuk memperoleh NPWP dan tetap menggunakan NPWP 56.789.012.3-XYZ.000 dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya.

Nah, bagaimana dengan Anda? Memiliki NPWP sendiri atau memilih ikut NPWP suami.

Categories: NPWP Tags: , ,
  1. henry
    March 2nd, 2012 at 10:34 | #1

    saya mao nanya, kalo istri sudah punya NPWP (karena kerja) tapi pengen menghapuskan NPWPnya karena ingin digabung dengan suami, bukannya dari pihak pemberi kerja si wanita tidak mao ya (pph 21 ditanggung perusahaan), karena dengan menghapus npwp, si pemberi kerja akan menggunakan tarif yg lebih tinggi dari biasanya ya, sehingga beban buat si perusahaan lebih tinggi

  2. admin
    March 3rd, 2012 at 02:53 | #2

    Nah, ini yang perlu diluruskan juga. Karyawati tidak dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi jika ia bisa menunjukkan NPWP suaminya. Jadi, NPWP suami sebenarnya berlaku juga buat istri. Kalau ingin punya kartu NPWP sendiri, tetapi kewajiban pajaknya tetap ikut suami, si istri bisa membuat NPWP keluarga.

  3. Arief
    March 6th, 2012 at 03:46 | #3

    JIka suami istri dalam perikatan rumah tangga dan telah menunaikan kewajiban perpajakannya dalam satu NPWP (penghasilan digabung) kemudian berpisah dengan kewajiban perpajakan yang juga terpisah. boleh atau tidak jika suami membuat NPWP tersendiri. apakah harus ada pemberitahuan ke KPP tempat NPWP yang sebelumnya telah terdaftar?

  4. euis
    March 7th, 2012 at 02:52 | #4

    Maaf saya mau tanya pak, sebelum nikah saya sudah punya NPWP dan sekarang saya mau ikut NPWP suami, bagaimana cara penajuannya dan kemana saya mengajukannya ? Agar saya tidak di potong pph 21 lebih tinggi seperti apabila kita tidak memiliki NPWP, apakah saya hanya memberikan bukti NPWP suami ke kantor ?

  5. mr.wijaya
    March 12th, 2012 at 00:53 | #5

    mau tanya,,saya masih belum paham…misal dalam kasus istri sudah punya npwp dan suami belum punya gimana apakah bisa digunakan npwp istri berlaku wat suami?dalam hal disini adalah sama2 orang baru menikah dan dalam proses pindah kota..terima kasih

  6. Ratna
    March 13th, 2012 at 10:43 | #6

    Suami saya karyawan swasta, saya pelaku MLM. Kami punya npwp sendiri2. Skrg baru lengkap bukti2 potong pajak, kami siap mengisi SPT. Apakah sebaiknya tetap diisi di NPWP masing2 atau dijadikan 1? Belum paham :)
    Juga tentang cara mengisi SPT bagi pelaku MLM, senang sekali kalo bapak bisa bantu memberikan contoh. Terima kasih.

  7. zainal
    March 14th, 2012 at 03:09 | #7

    mau tanya….bagaimana dengan suami isteri yang sama-sama berstatus PNS, apakah NPWP nya bisa digabungkan? bagaimana prosedurnya? trims

  8. Irsaal
    March 15th, 2012 at 02:35 | #8

    mau tanya, istri saya belum memiliki npwp sedangkan saya sudah memiliki npwp.
    apakah istri saya harus memiliki npwp sendiri atau cukup menggunakan npwp saya?
    terima kasih

  9. Eva
    March 16th, 2012 at 05:33 | #9

    Pak, Mau tnya, sya sdh bersuami, masing2 dari kita punya NPWP, apabila saya ingin menghapuskan NPWP saya, dan menggunakan NPWP suami, apakah pph 21 saya bisa di potong lebih kecil, dimana PTKP lebih tinggi krn NPWP suami K/2. ? Dan proses penghapusan serta penggabungan NPWP itu spt apa? Thanks.

  10. admin
    March 18th, 2012 at 03:40 | #10

    @euis NPWP sebelum menikah bisa dihapuskan denganmengajukan permohonan penghapusan ke KPP tempat NPWP dulu didaftarkan. Agar tidak dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif lebih tinggi, bisa menggunakan NPWP suami atau Ibu bisa membuat NPWP keluarga di KPP tempat suami terdaftar sebagai bagian dari NPWP suami.

  11. admin
    March 18th, 2012 at 03:41 | #11

    @mr.wijaya Jika ingin digabung, NPWP yang harus dibuat adalah NPWP suami sebagai kepala keluarga

  12. admin
    March 18th, 2012 at 03:42 | #12

    @Arief Kalau mau berpisah, istri yang kemudian mendaftarkan diri untuk memiiki NPWP, NPWP suami tetap…

  13. admin
    March 18th, 2012 at 03:48 | #13

    @Ratna Karena masing-masing punya NPWP, berarti masing-masing lapor SPT sendiri-sendiri…

  14. admin
    March 18th, 2012 at 03:49 | #14

    @zainal PNS atau bukan sama saja. Untuk menggabungkan, tinggal lakukan penghapusan NPWP punya istri. Kalau istri belum berNPWP, silahkan digabung, tidak ada prosedur khusus…

  15. admin
    March 18th, 2012 at 03:50 | #15

    @Irsaal Itu adalah pilihan, kalau menurut saya cukup satu NPWP atas nama suami…

  16. admin
    March 18th, 2012 at 03:53 | #16

    @Eva Untuk menghapuskan NPWP, silahkan ajukan penghapusan NPWP ke KPP tempat NPWP terdaftar. Agar PPh 21 tidak dipotong lebih tinggi, bisa menggunakan NPWP suami atau NPWP Keluarga atas nama istri…

  17. fingky patilaya
    March 19th, 2012 at 03:42 | #17

    Permisi mau tanya…bagaimana cara mengetahui di kartu npwp tersebut tercantum/ terdaftar nama istri ? karena di kartu npwp kan yang tercetak adalah nama suami.
    dulu pada saat daftar npwp istri digabung/ikut suami.

  18. Maharani
    March 19th, 2012 at 16:25 | #18

    Pak, kalo saya ibu rumah tangga, ga kerja, tapi punya NPWP. Dulu gara2 pengen bebas fiskal..hehe.. Sekarang sih ya biar agak keren aja. Trus kali aja ntar bikin bisnis (anganangan.com). Saya harus tetep lapor kan Pak? Pake 1770SS? Yg dilaporin apa aja ya, soalnya semua udah dilaporin lewat SPT suami. Mobil, walau atas nama saya, kan yg beli suami, jadi dilaporin di SPT suami. Yg dilaporin tabungan saya aja ya Pak..? Tentunya pihak kantor pajak bisa mendeteksi kan Pak, kalau saya adalah istri dari Tuan A yg bernomor pajak sekian2…? Jadi tolong jangan dibuat ribet ya Pak. Dulu saya pernah dapat surat dari KPP bahwa saya belum melaporkan SPT tahunan.. waah langsung keringet dingin.. penghasilan ga punya, eh diancem2 bakal dikenakan sanksi..

    Harapan saya, urusan pajak jangan dibuat ribet, apalagi buat rakyat biasa kaya saya dan keluarga. Oya, kok saya coba donlot 1770SS ga respon2 ya? Apa bisa diemail aja ke saya..?

    Makasih ya Pak..

    Jawab:
    Sebaiknya NPWP ibu dihapuskan saja karena lebih mudah digabung memang.

  19. Evi
    March 22nd, 2012 at 06:26 | #19

    Jika suami istri dengan perjanjian pisah harta, apakah bisa menggunakan NPWP keluarga? Atau harus NPWP sendiri-sendiri?
    Terima kasih.

    Jawab:
    Kalau ada perjanjian pisah harta, tidak ada pilihan selain masing-masing harus memiliki NPWP.

  20. yolanda f mewengkang
    March 24th, 2012 at 13:02 | #20

    bagaimana jika dulu istri bekerja dan mempunyai npwp, kemudian berhenti bekerja dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. haruskah tetap melapor? jika melapor pakai formulir yang mana pak?? makasih atas penjelasannya..

  21. Nd. Gaby
    March 26th, 2012 at 15:08 | #21

    Mau tanya,
    bagaimana pemotongan pph21 untuk istri, suami dianggap sebagai ptkp jika tidak ada npwp?apakah anak termasuk ptkp?
    Thanks before

  22. Mita
    March 28th, 2012 at 03:15 | #22

    Maaf pak, saya mau tanya,,,,suami dan saya baru buat NPWP keluarga taggal 23 Desember 2011 lalu,,,apakah kami harus melaporkan pajak tahun ini atau tahun depan,,,,mengingat NPWP kami belum berumur 1 bulan (Masa pajak tahun 2011)….terima kasih atas jawabannya.

  23. Nina
    April 2nd, 2012 at 07:25 | #23

    Maaf mau tanya, kalau setiap bulan gaji kita dipotong pajak oleh perusahaan tapi kita ga punya npwp itu gimana? bukannya yang dipotong pajak itu berarti sudah punya npwp ya?

  24. RINI
    April 2nd, 2012 at 10:59 | #24

    Mau tanya kalo istri sudah punya NPWP, kemudian suami kerja waktu daftar NPWP via website tidak bisa akses kemudian memasukan NPWP istri berhasil mendaftar, jadi no NPWP suami ikut istri baiknya bagaimana? Suami harus bikin sendiri atau tetap gabung dengan istri

  25. Cahyono Kusumo
    June 15th, 2012 at 02:11 | #25

    Mohon penjelasannya : apabila suami istri telah bercerai yang sebelumnya memiliki NPWP keluarga, bagaimana cara memisahkan NPWP nya menjadi masing-masing, kemana ngurusnya dan persyaratan apa saja yang mesti dibawa.

  26. Cynthia
    September 25th, 2012 at 08:10 | #26

    Mohon penjelasannya,Pak…Kalo seandainya suami tidak bekerja tapi punya istri 2 ( semuanya punya usaha sendiri ) bagaimana cara perhitungannya? yg dikenakan pajak penghasilan istri nomor satu atau istri nomor dua? Atau kedua-duanya dikenakan pajak?
    Terima kasih banyak sebelumnya

  27. admin
    October 11th, 2012 at 00:58 | #27

    Memang tidak tercanntum nama istri di kartu NPWP. Untuk kepentingan praktis, istri bisa membuat NPWP keluarga saja. @Maharani

  28. admin
    October 11th, 2012 at 01:03 | #28

    fingky patilaya :

    Permisi mau tanya…bagaimana cara mengetahui di kartu npwp tersebut tercantum/ terdaftar nama istri ? karena di kartu npwp kan yang tercetak adalah nama suami.
    dulu pada saat daftar npwp istri digabung/ikut suami.

    Memang tidak tercantum nama istri di kartu NPWP. Untuk kepentingan praktis, istri dibuatkan saja kartu NPWP keluarga.

  29. admin
    October 11th, 2012 at 01:06 | #29

    Nd. Gaby :

    Mau tanya,
    bagaimana pemotongan pph21 untuk istri, suami dianggap sebagai ptkp jika tidak ada npwp?apakah anak termasuk ptkp?
    Thanks before

    PTKP istri hanya untuk diri sendiri, kecuali ada surat keterangan bahwa suami tidak berpenghasilan.

  30. admin
    October 11th, 2012 at 01:07 | #30

    yolanda f mewengkang :

    bagaimana jika dulu istri bekerja dan mempunyai npwp, kemudian berhenti bekerja dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. haruskah tetap melapor? jika melapor pakai formulir yang mana pak?? makasih atas penjelasannya..

    Sepanjang punya NPWP, tetap lapor. Pake formulir yang tepat 1770 S. Sebaiknya hapuskan saja NPWP nya.

  31. admin
    October 11th, 2012 at 01:09 | #31

    Nina :

    Maaf mau tanya, kalau setiap bulan gaji kita dipotong pajak oleh perusahaan tapi kita ga punya npwp itu gimana? bukannya yang dipotong pajak itu berarti sudah punya npwp ya?

    Tidak berarti sudah dipotong pajak berarti punya NPWP. Bahkan, jika tak punya NPWP bisa dipotong pajak lebih besar.

  32. arnie
    November 21st, 2012 at 05:11 | #32

    Saya mau bertanya,

    A seorang ayah membelikan ruko untuk anaknya si B – status karyawan berusia 22 thn tapi blm membuat NPWP, si B dimintakan NPWP atas nama anaknya yg sdh cukup umur, untuk syarat pembuatan Pengikatan Jual Beli. pertanyaannya :
    1). Apakah B bisa memberikan NPWP ayahnya (si A) ? padahal dia sudah wajib memiliki NPWP atas namanya sendiri ;
    2). Kalau tidak bisa memakai NPWP ayahnya, apakah bisa NPWP baru diurus nanti awal tahun 2013 atas nama si B (anaknya) ?
    Mohon pencerahannya, terima kasih.

  33. Yanti
    December 3rd, 2012 at 03:16 | #33

    Saya dan suami saat ini masih memiliki npwp masing2 (punya saya blm dihapuskan dan digabungkan ke npwp suami).
    Yang saya mau tanya, apa keuntungan dan kerugian dengan saya mempertahankan npwp saya yang berstatus single dan masih bekerja.
    terima kasih

  34. vita
    March 2nd, 2013 at 13:08 | #34

    Pak, kalau misalnya istri memiliki usaha pribadi, apakah juga bisa melakukan upaya tertentu(seperti pada kasus melaporkan NPWP istri pada perusahaan tempat istri bekerja agar tidak tercharge pada layer pajak yg lebih tinggi )sehingga mungkin terkena tarif lebih tinggi, ini bagaimana perlakuan pajaknya pak,harus dilaporkan ke siapa? atau mungkin ada peraturan pajak sendiri untuk enterpreneur? apa yg dimaksud ‘pekerjaan bebas’ dalam istilah perpajakan? terimakasih.

  35. Dian Putranti
    March 20th, 2013 at 06:19 | #35

    Selamat siang Pak,
    ingin menanyakan bagaimana cara ,mengurus kartu NPWP yang hilang, tetapi saya tidak punya fotocopynya? Karena saya sekarang tdk bekerja, saya bermaksud menggabungkan NPWP dengan suami dan ingin mengajukan penghapusan NPWP. Mohon petunjuknya, terima kasih banyak.

  36. Agie
    March 20th, 2013 at 06:59 | #36

    Dulu saya seorang pegawai perusahaan swasta dan memiliki NPWP pribadi.
    Kemudian saya pindah kerja ke perusahaan BUMN, kemudian tugas di luar kota. Di perusahaan baru ini saya dibuatkan lagi NPWP oleh perusahaan padahal saya sudah menginformasikan sudah memiliki NPWP dan memberikan nomor NPWP saya. Selama ini saya selalu mengisi SPT untuk kedua nomor NPWP tersebut.

    Bisakan saya menghapus salah satu NPWP saya tersebut?? Bagaimana caranya??
    Thanks.

  37. natalia
    March 21st, 2013 at 07:06 | #37

    pak, saya mau tanya, kalau suami n istri bekerja, istri pakai npwp suami tanpa pmberitahuan ke kantor pjk utk penggabungan apakah bermasalah? bermasalah bagi perusahaan tdk? , karena kalau tdk memiliki npwp ada tambahan 20 % y? apakah bisa istri buat tersendiri lg?

  38. nyku
    March 21st, 2013 at 08:52 | #38

    Pak, Saya dan istri bekerja di perusahaan swasta memakai npwp saya dan pajak kami berdua di tanggung perusahaan masing2. Jika digabung jadi 1 npwp, nilai PKP setelah di gabung jadi lebih besar dibandingkan jika dilaporkan masing2, jadinya pph kurang bayar, alasannya setelah di gabung nilai yg kena 15% jadi lebih besar dan perhitungan penghasilan tidak kena pajaknya . Apakah memang begitu? Apa bedanya jika Istri mempunyai npwp sendiri yg no depan nya sama dgn suami tetapi tiga digit dibelakangnya 999? Terima Kasih

  39. Heri
    March 21st, 2013 at 13:18 | #39

    Saya PNS sehingga perhitungan pajak termasuk perhitungan PTKPnya sudah langsung dibayarkan bendahara. Istri saya punya NPWP sendiri dan bekerja paruh waktu. Perusahaan pemberi kerja membayarkan pajak istri saya dengan perhitungan PTKP single. Apakah memang pembayaran pajak istri saya bisa menggunakan PTKP lagi (walaupun single)? ataukah seharusnya pajaknya dihitung tanpa dipotong PTKP (karena saya sudah memakai PTKP tersebut)? Mohon pendapatnya. Terima kasih banyak sebelumnya

  40. andreas
    March 22nd, 2013 at 18:59 | #40

    pak saya berkerja di perusahaan dan sdh memiliki npwp, kemudian istri ikut mlm yang sistemnya adalah bonus dimana tdk mesti tiap bulan dapat bonus. Oleh perusahaan mlm tsb sdh ada potongan untuk pajak. Bagaimana saya mengisi spt-nya? apakah hanya data dari perusahaan suami saja atau menggunakan K/I/2 (kebetulan anak saya 2)sehingga penghasilan tdk kena pajaknya 19.800.000 atau 34.320.000 pak?

  41. Adam
    April 11th, 2013 at 13:53 | #41

    Pak saya bekerja diperusahaan swasta dan sudah memiliki NPWP kemudian istri saya mempuyai usaha sendiri dan juga telah memiliki NPWP sejak tahun 2008 karena dikirimi NPWP yng sdh jadi (tidak tdk mendaftar tetapi dikirimi/ apakah ini disebut diberi secara jabatan?). Hingga saat ini saya mengisi SPT sendiri dan istri juga mengisi SPT sendiri dengan perhitungan pajak sendiri-sendiri. Menurut PP 74 th 2011 salahkah saya/ istri mempunyai NPWP masing masing dan menghitung SPT masing-masing dengan tidak digabung penghasilannya. Bagaimana sebaiknya? apakah NPWP istri saya dihapus saja biar tidak ribet. Klo dihapus NPWP harus melalui pemeriksaan pajak? apakah cukup melaporkan saja? ataukah melalui pembetulan SPT?
    Terima kasih.

  42. Wanwan
    April 25th, 2013 at 08:23 | #42

    Maaf pak mau nanya?
    Kasus 1:
    Sintaro Mukarata mempunyai NPWP, pekerjaan dia sebagai petugas dinas luar asuransi dengan penghasilan neto 200.000.000
    Istri kewajiban perpajakannya digabung dengan suami, istri bekerja disuatu perusahaan dan mendapatkan bukti 1721 A1 dengan penghasilan neto 60.000.000.
    Selain itu istri juga mempunyai pekerjaan bebas sebagai petugas dinas luar asuransi dengan penghasilan neto 150.000.000
    Sintaro mempunyai 2 anak yang menjadi tanggungan.
    berapa PPh terutangnya?
    Bagaimana cara pengisian SPT Tahunan-nya?

    Kasus 2:
    Sintaro Mukarata mempunyai NPWP, pekerjaan dia sebagai petugas dinas luar asuransi dengan penghasilan neto 200.000.000
    selain itu sintaro M juga bekerja disuatu perusahaan dan mendapatkan bukti 1721 A1 dengan penghasilan neto 60.000.000.
    Istri kewajiban perpajakannya digabung dengan suami, Istri mempunyai pekerjaan bebas sebagai petugas dinas luar asuransi dengan penghasilan neto 150.000.000
    Sintaro mempunyai 2 anak yang menjadi tanggungan.
    berapa PPh terutangnya?
    Bagaimana cara pengisian SPT Tahunan-nya?

    Terimakasih sebelumnya

  43. May 21st, 2013 at 23:08 | #43

    Ya, sebaiknya NPWP istri dihapuskan saja pak. Proses penghapudannya melalui verifikasi.

  44. Prasetyo
    May 31st, 2013 at 07:41 | #44

    mohon maaf mau tanya:
    saya karyawan Bank dari bagian Kepatuhan, bahwa kami dihadapkan dengan pertanyaan yaitu:

    jika seorang istri (tidak memiliki NPWP) ingin membuka rekening giro dimana salah satu syarat pembukaan rekening giro adalah NPWP, apakah diperbolehkan?

    tanggapan saya adalah:
    hal ini bisa saja dilakukan namun Bank wajib memastikan bahwa NPWP yang digunakan tersebut adalah benar miliki suami yang sah dari istri tersebut. artinya. yang ingin saya tanyakan adalah:
    berdasarkan PBI No. 8/29/PBI/2006 ttg DHN Pasal 2 (2) syarat pembukaan rekening giro adalah data atau informasi Nasabah antara lain:
    Nama, alamat, ttl serta NPWP

    jika merujuk kepada PBI tersebut maka nasabah yang ingin membuka rekening giro tersebut wajib memiliki rekening giro. mohon feedbacknya.

  45. Via
    September 19th, 2013 at 07:57 | #45

    Saya dan suami saat ini belum menggabungkan npwp kami (masing2 msh mempunyai npwp terpisah)

    Pertanyaan saya, apa keuntungan dan kerugian dengan saya mempertahankan npwp saya yg sudah ada sebelum menikah dan masih bekerja?

    Thanks dan menunggu jawabannya.

  46. Anita Sutanta
    January 23rd, 2014 at 07:56 | #46

    Pak, mohon penjelasan, saya mempunyai NPWP keluarga, yaitu dengan nomor NPWP sama dgn suami, hanya beda di 3 digit terakhir 999. Apakah saya hrs membuat SPT sendiri (terpisah dgn SPT suami) ataukah hanya buat 1 SPT a/n suami lalu penghasilan saya dimasukan dlm penghasilan istri di SPT suami, dengan melampirkan form A1 saya?
    Saya tunggu jawaban Bapak dan terima kasih atas perhatiannya.

  47. Winda
    March 5th, 2014 at 13:13 | #47

    Apakah benar dengan berlakunya PP 46 2013, NPWP Istri tidak boleh dihapus dengan ikut pada NPWP suami?

  48. eMYasin
    March 15th, 2014 at 23:45 | #48

    saya bekerja freelance, dengan penghasilan tidak pasti dan belum punya NPWP. istri sebagai ibu rumah tangga dan penulis yang juga belum punya NPWP. tuk mengambil royalty, penerbit mensyaratkan istri untuk memiliki NPWP. bagaimana baiknya, saya atau istri yang ngurus pembuatan NPWP? terima kasih atas tanggapan dan penjelasannya..

  49. Christine
    March 26th, 2014 at 04:51 | #49

    Siang Pak, Saya Isteri yang bekerja dan mempunyai NPWP sendiri karena kurang wawasan dahulu, sedangkan suami juga mempunyai NPWP pribadi dan Direktur sebuah CV,
    Apakah dalam pelaporan SPT Pribadi saya, harus menggabungkan Penghasilan Neto suami dan saya terlebih dahulu baru dikurang PTKP K/I/2 padahal sehubungan dengan direktur sebuah CV penghasilan suami tidak dikenakan Pajak lagi …

  50. bayu
    February 5th, 2015 at 04:52 | #50

    siang pak, saya mau sharing saja.
    bapak dan ibu saya adalah pensiunan PNS, pada saat ibu mengurus data pensiun di taspen, ibu saya diminta fotocopy kartu NPWP. Ibu saya berikan kartu punya bapak dan kami jelaskan bahwa ibu dan bapak tidak pisah harta sehingga NPWP cuma satu.
    akan tetapi petugas tetap meminta punya ibu, dan ini memang sudah ketetapan taspen harus punya NPWP. Ibu tetap tidak mau buat NPWP sendiri sehingga akhirnya pensiun ibu kena PPH lebih tinggi karena dianggap tidak punya NPWP.
    saya punya usul bagaimana kalau istri tetap punya NPWP, akan tetapi nomor sama dengan suami akan tetapi tiga nomor dibelakang beda (seperti NPWP badan pusat dan cabang)
    ini juga bisa jadi solusi atas pertanyaan jika memiliki lebih dari satu istri dan istri bekerja semua, sehingga NPWP istri sama dengan suami akan tetapi tiga nomor dibelakang dirubah, nomor 001 utk istri pertama dan 002 utk istri kedua dst…

    terima kasih

Comment pages
1 2 302
  1. No trackbacks yet.