Home > Pajak Penghasilan, Perhitungan Pajak, PPh Orang Pribadi, SPT Tahunan > Kewajiban Penyampaian SPT Tahunan Bagi Istri

Kewajiban Penyampaian SPT Tahunan Bagi Istri


 Powered by Max Banner Ads 

Pada dasarnya Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dikenakan terhadap satu keluarga sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (1) UU PPh yang mengatur bahwa penghasilan atau kerugian istri dianggap sebagai penghasilan atau kerugian suaminya.. Penggabungan penghasilan ini tidak berlaku jika penghasilan istri semata-mata berasal dari satu pemberi kerja dan sudah dipotong PPh Pasal 21. Dalam kondisi ini, penghasilan istri dianggap final dan tidak perlu digabungkan lagi dengan penghasilan suami di SPT Tahunan.

Prinsip pengenaan pajak pada satu keluarga juga bisa kita baca dari Pasal 7 UU PPh yang mengatur tentang Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Dalam struktur PTKP terdapat unsur PTKP berupa status kawin, tanggungan keluarga dan apabila ada penghasilan istri digabung. Dari ketentuan tersebut juga bisa kita simpulkan bahwa suami dalam keluarga adalah pemeran utama pelaksanaan kewajiban sehingga dalam kepemilikan NPWP pun adalah atas nama suami. Istri dan anak ikut dalam NPWP suami.

Dengan demikian, bagi wanita seorang istri, pada dasarnya tidak ada kewajiban penyampaian SPT Tahunan. Kewajiban SPT ada pada suami sebagai pemegang NPWP. Jika istri dan anak yang belum dewasa memiliki penghasilan, maka penghasilan tersebut digabungkan dengan penghasilan suaminya.

Namun demikian, berdasarkan Pasal 8 ayat (2) UU PPh, penghasilan suami istri dikenai pajak secara terpisah dalam hal :

  • Suami istri hidup berpisah berdasarkan putusan hakim,
  • Adanya perjanjian tertulis pemisahan harta dan penghasilan oleh suami istri, dan
  • Dikehendaki oleh istri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri.

Apabila kondisi tersebut terjadi maka istri berkewajiban pula memiliki NPWP. Dengan demikian ia juga wajib menyampaikan SPT Tahunan  dan dilakukan sendiri oleh wanita kawin atau istri dan terpisah dari suaminya.

Cara Menghitung PPh Terutang

Dalam hal suami istri hidup berpisah berdasarkan putusan hakim maka penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan pengenaan pajaknya dilakukan sendiri-sendiri. Dengan demikian, PPh terutang dihitung seperti Wajib Pajak yang berstatus tidak kawin. Tanggungan keluarga untuk PTKP adalah tanggungan yang sebenarnya. Jadi, jika semua anak ikut istri maka anak menjadi tanggungan istri, begitu pula sebaliknya.

Bagi suami istri yang melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan serta keluarga yang istrinya menghendaki pengenaan pajak secara terpisah, maka penghitungan pajaknya dilakukan berdasarkan penjumlahan penghasilan neto suami istri dan masing-masing suami istri memikul beban pajak sesuai perbandingan penghasilan netonya.

Beberapa ketentuan penegasan tentang pengenaan PPh bagi wanita kawin atau istri yang mengadalakan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan serta istri yang menghendaki melaksanakan hak dan kewajiban pajaknya secara terpisah, diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE – 29/PJ/2010 Tentang Pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Bagi Wanita Kawin Yang Melakukan Perjanjian Pemisahan Harta Dan Penghasilan Atau Yang Memilih Untuk Menjalankan Hak Dan Kewajiban Perpajakannya Sendiri. Beberapa penegasan tersebut adalah :

  1. Bagi wanita kawin yang melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan atau yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi atas namanya sendiri terpisah dengan SPT Tahunan PPh suaminya.
  2. Penghasilan yang dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah seluruh penghasilan yang diterima atau diperoleh wanita kawin tersebut dalam suatu tahun pajak, tidak termasuk penghasilan anak yang belum dewasa.
  3. Penghitungan PPh terutang dalam SPT Tahunan PPh wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a didasarkan pada penggabungan penghasilan neto suami isteri dan besarnya PPh terutang bagi isteri tersebut dihitung sesuai dengan perbandingan penghasilan neto antara suami dan isteri.
  4. Penghitungan PPh terutang sebagaimana dimaksud pada huruf c, berlaku juga bagi wanita kawin sebagai pegawai yang mempunyai penghasilan semata-mata diterima atau diperoleh dari 1 (satu) pemberi kerja yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21.
  5. Harta dan kewajiban/utang yang dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah harta dan kewajiban yang dimiliki dan/atau dikuasai wanita kawin tersebut pada akhir tahun pajak.
  6. Tata cara pengisian SPT Tahunan bagi wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a sesuai dengan petunjuk pengisian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak orang pribadi.
  1. celine
    November 27th, 2011 at 21:01 | #1

    saya seorang istri yg mempunyai nmr npwp sendiri terpisah dari suami namun bbrp bulan ini saya sdh tdk bekerja lagi , apakah saya perlu menginformasikan pada kantor pajak bahwa saya sdh resign mengingat saya sdh tdk lagi mempunyai penghasilan sendiri sbg karyawan?

  2. admin
    February 18th, 2012 at 15:45 | #2

    Menginformasikannya melalui penyampaian SPT Tahunan saja, kalau perlu dilengkapi dengan surat pernyataan.

  3. Linda Metha arini
    March 9th, 2012 at 04:38 | #3

    Mohon info, sebelum menikah saya punya NPWP sendiri, akan tetapi setelah menikah saya hanya sebagai ibu rumah tangga saja. Beberapa hari yg lalu saya mendapatkan surat teguran dari kantor pajak, apa yang harus saya lakukan. bila melengkapi surat pernyataan, surat pernyataan seperti apa yang perlu saya lengkapi. Terima Kasih

  4. flo
    March 9th, 2012 at 08:01 | #4

    maaf bisa minta contoh surat laporan tentang pajak ikut suami? karena sebelum menikah saya sudah punya npwp sendiri. seperti mba celine ini. trimakasih.

  5. ayu
    March 15th, 2012 at 16:52 | #5

    @admin

    pak, kasus saya sama spt ibu celine sdh sjk th 2009 tidak bekerja. th 2010 lapor pajak, dibantu tmen ktr walo isinya dikosongkan krn tdk bekerja, thn 2011 tdk lapor. th ini sy mau lapor pake formulir spt tahunannya yg mana yah 1770 , 1770 s or 1770 ss. trima kasih

  6. aprie
    March 21st, 2012 at 02:28 | #6

    Mohon info dong, saya pns dan istri sy karyawati swasta dengan penghasilan masing-masing diatas 60jt/tahun. Saat ini kami memiliki no npwp yang sama (sebelumnya punya npwp masing-masing dan akhirnya istri sy pengajukan perubahan sehingga hanya diwakili npwp saya hingga saat ini). Formulir SPT jenis yang mana yang harus sy pergunakan? Mohon penjelasan jg hal2 penting perlu sy perhatikan dalam pengisiannya.
    Demikian, terima kasih.

  1. No trackbacks yet.