Powered by Max Banner Ads 

Mungkin banyak di antara Anda yag masih bingung kapan sih mulai menerapkan PPh Final yang 1% ini. Apakah mulai 1 Juli Wajib Pajak wajib menerapkan PPh Final 1% ini atau belum. Bagaimana dengan Wajib Pajak yang baru melakukan kegiatan usaha tahun 2013 ini, pakah wajib menerapkan PPh Final 1%. Itulah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ada di benak kita tentang penerapan PPh Final 1% bagi pelaku UMKM ini.

Tulisan singkat ini bertujuan untuk menjelaskan hal itu berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 107/PMK.011/2013.

Berdasarkan ketentuan tersebut, pengenaan PPh Final 1% ditentukan oleh peredaran bruto dari usaha dalam 1 (satu) tahun dari Tahun Pajak terakhir sebelum Tahun Pajak yang bersangkutan. Jika peredaran bruto atau omzet tahun sebelumnya tidak lebih dari Rp4,8 Milyar, maka pada tahun tersebut dikenakan PPh Final 1%. Sebaliknya, jika omzet tahun sebelumnya lebih dari Rp4,8 Milyar, maka tahun tersebut tidak dikenakan PPh Final 1%.

Contoh, Bapak Sule adalah pengusaha pabrik tempe. Omzet pada tahun 2012 adalah Rp3,5 Milyar. Karena omzetnya di bawah Rp4,8 Milyar, maka mulai 1 Juli 2013 Bapak Sule sudah harus dikenakan PPh Final 1%. Artinya PPh Final bulan Juli 2013 adalah 1% dikalikan omzet bulan Juli 2013.

Contoh lain, Bapak Andre adalah pengusaha batik di Pekalongan. Omzet selama tahun 2012 adalah Rp5,6 Milyar. Dengan demikian, pada tahun 2013 Bapak Andre tidak dikenakan PPh Final 1%, tapi dikenakan Pajak Penghasilan dengan cara biasa atau mekanisme umum.

Bagaimana Dengan Omzet Kurang Dari 12 Bulan?

Dalam hal pmzet dari usaha pada Tahun Pajak terakhir sebelum Tahun Pajak yang bersangkutan tidak meliputi jangka wakt 12 bulan, pengenaan PPh Final 1% didasarkan pada jumlah omzet Tahun Pajak terakhir sebelum Tahun Pajak bersangkutan yang disetahunkan.

Untuk lebih jelasnya, saya bisa memberikan contoh sebagai berikut. Misal Tuan Ariel adalah pengusaha warteg yang usahanya baru mulai bulan Oktober 2012. Sebelumnya Ariel adalah pegawai kantoran. Omzet selama 3 bulan dari Oktober sampai Desember 2012 adalah Rp400 Juta. Omzet tahun 2012 yang disetahunkan adalah Rp400 Juta x (12/3) = Rp1,6 Milyar. Nah, karena  omzet yang disetahunkan masih di bawah Rp4,8 Milyar, maka mulai 1 Juli 2013, Tuan Ariel terutang PPh Final 1% dari omzetnya yang dihitung secara bulanan.

Wajib Pajak Baru Terdaftar Tahun 2013

Untuk Wajib Pajak yang baru terdaftar pada tahun 2013 sebelum 1 Juli 2013, maka pengenaan PPh Final 1% didasarkan pada jumlah omzet dari bulan saat Wajib Pajak terdaftar sampai dengan bulan Juni 2013 yang disetahunkan.

Contoh, Kang Parto, sebagai pungusaha toko kelontong, baru terdaftar sebagai Wajib Pajak di KPP Pratama Tegal pada tanggal 1 April 2013. Omzet bulan April, Mei dan Juni berjumlah Rp500 Juta. Omzet selama tiga bulan itu kalau disetahunkan adalah Rp2 Milyar (Rp500 Juta x 12/3). Karena omzet yang disetahunkan kurang dari Rp4,8 Milyar, maka mulai 1 Juli 2013 Kang Parto harus membayar PPh Final 1% dari omzetnya. Apabila omzet toko kelontong bulan Juli adalah Rp150 Juta, maka PPh Final yang harus dilunasi Kang Parto adalah 1% x Rp150 Juta = Rp1,5 Juta.

Bagaimana kalau Wajib Pajak baru terdaftar setelah 1 Juli 2013? Jawabannya adalah  bahwa jika Wajib Pajak baru terdaftar sejak berlakunya Peraturan Menteri ini (1 Juli 2013), pengenaan PPh Final 1% didasarkan pada jumlah omzet pada bulan pertama diperolehnya penghasilan dari usaha yang disetahunkan. Untuk jelasnya, perhatikan contoh di bawah ini.

Jika misalnya Kang Parto dalam contoh di atas baru terdaftar sebagai Wajib Pajak pada tanggal 1 Agustus 2013 dan omzet pada bulan Agustus tersebut adalah Rp150 Juta, maka omzet yang disetahunkan adalah Rp1,8 Milyar (Rp150 Juta x 12/1). Dengan demikian mulai bulan Agustus, Kang Parto membayar PPh Final 1% dari omzet. Khusus untuk bukan Agustus Kang Parto terutang PPh Final 1% x Rp150 Juta = Rp1,5 Juta.