Home > PPh Orang Pribadi, SPT Tahunan > Jenis-jenis SPT Tahunan Orang Pribadi

Jenis-jenis SPT Tahunan Orang Pribadi


 Powered by Max Banner Ads 

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, jatuh tempo penyampaian SPT Tahunan sekarang dibedakan antara SPT PPh Orang Pribadi dan SPT PPh Badan. Untuk SPT PPh Orang Pribadi, jatuh temponya tetap akhir Maret. Sementara itu, jatuh tempo SPT Tahunan PPh Badan adalah akhir April. Ketentuan ini merupakan salah satu ketentuan dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007.
Nah, bagi Anda Wajib Pajak Orang Pribadi, Anda harus siap-siap membuat dan menyampaikan SPT Tahunan pada bulan Maret. Nah, mungkin banyak di antara Anda yang masih bingung harus mengisi formulir yang mana karena untuk SPT Orang Pribadi terdapat tiga formulir yaitu formulir 1770, formulir 1770 S dan formulir 1770 SS. Nah, tulisan ini akan memberikan sedikit arahan bagi Anda yang masih bingung.

Formulir 1770
Kata kunci pada formulir ini adalah : “penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas”. Jika Anda memiliki penghasilan jenis ini maka wajib hukumnya Anda menggunakan formulir ini. Kalaupun Anda punya penghasilan lain semisal penghasilan dari pekerjaan, atau penghasilan passive seperti dividen atau bunga, Anda harus menggunakan formulir 1770 (tanpa S).
Contoh kegiatan usaha/pekerjaan bebas misalnya adalah usaha toko, wartel, usaha persewaan kendaraan, salon kecantikan, praktek dokter, pengacara dan sebagainya. Jadi kegiatan usaha itu bisa dalam bentuk usaha perdagangan, jasa ataupun pabrikan. Pekerjaan bebas biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian dan membuka praktek menjual keahliannya tersebut kepada khalayak atas namanya sendiri.

Formulir 1770 SS
Kata kunci pada formulir ini adalah : ”penghasilan semata-mata dari satu pekerjaan dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp60 Juta”. Nah, jika Anda berstatus sebagai karyawan atau pegawai yang bekerja pada hanya satu perusahaan/instansi/organisasi dengan penghasilan bruto setahun tidak lebih dari Rp60 Juta, dan tidak punya penghasilan lain selain bunga deposito atau tabungan, maka Anda cukup mengisi SPT 1770 SS.
Formulis SS ini memang dirancang sangat sederhana. Hanya ada satu lembar formulir ini dengan dilampiri formulir 1721 A1 saja. Formulir ini pun formulir yang paling banyak digunakan karena sebagian besar Wajib Pajak Orang Pribadi adalah karyawan dengan penghasilan tidak lebih dari Rp60 Juta setahun.

Formulir 1770 S
Nah, jika Anda tidak masuk kriteria untuk mengisi formulir 1770 atau 1770 SS maka formulir yang harus Anda isi adalah formulir 1770 S. Misalnya Wajib Pajak yang masuk kriteria ini adalah Wajib Pajak yang penghasilannya dari satu pekerjaan tetapi penghasilan bruto setahunnya lebih dari Rp60 Juta. Seorang karyawan yang bekerja pada lebih dari satu perusahaan/pemberi kerja juga mengisi formulir SPT 1770 S.

Nah, sudah jelas kan formulir SPT mana yang harus Anda buat? Kalau belum jelas, silahkan tinggalkan komentar di bawah.

sumber : dudiwahyudi.com

Download :

SPT PPh Orang Pribadi 1770
SPT PPh Orang Pribadi 1770 S
SPT PPh Orang Pribadi 1770 SS

  1. Janwar
    July 29th, 2009 at 14:13 | #1

    1. Kalau punya usaha tapi penghasilan brutonya kurang dari 60jt/thn, masuk formulir yang mana ? (karena formulir 1770 kan untuk usaha yang penghasilan brutonya >60jt/thn)
    2. Apakah penghasilan bruto= peredaran usaha – COGS ?
    3. Gaji karyawan Rp 10.000.000,-/bln masuk formulir mana ?

  2. Ali
    January 9th, 2010 at 09:18 | #2

    SPTnya di download koq tidak ada tulisannya…
    terima kasih..

  3. juliana
    February 22nd, 2010 at 05:09 | #3

    1. kalau karyawan penghasilan bruto dari perusahaan + penghasilan luar total penjumlahan dari keduanya 65jutaan memakai form jenis yang mana yach ?
    1770 S atau 1770

    2. Kalau orang tua memliliki NPWP tetapi sudah tidak berpenghasilan karena hidupnya sudah ditanggung anak maka memakai form 1770 jenis apa ?
    1770. Sebaiknya minta penghapusan NPWP saja, biar tidak perlu lapor SPT
    Mohon jawabannya. Terima kasih.

  4. Ningrum
    March 18th, 2010 at 01:56 | #4

    1. Saya guru TK yang mengajar hanya di 1 tempat. Penghasilan bruto dalam 1 tahun kurang dari 60 juta dan saya memiliki NPWP, form yang mana yang saya digunakan?

    Mohon pencerahannya. Terima kasih

  5. james
    March 30th, 2010 at 03:03 | #5

    Saya seorang karyawan, dan memiliki penghasilan sebagai asuransi. Saya harus memakai form yang mana? 1770S atau 1770?

  6. admin
    October 6th, 2010 at 15:58 | #6

    Janwar :

    1. Kalau punya usaha tapi penghasilan brutonya kurang dari 60jt/thn, masuk formulir yang mana ? (karena formulir 1770 kan untuk usaha yang penghasilan brutonya >60jt/thn)
    2. Apakah penghasilan bruto= peredaran usaha – COGS ?
    3. Gaji karyawan Rp 10.000.000,-/bln masuk formulir mana ?

    kalau punya penghasilan dari usaha, berapapun besarnya tetap menggunakan formulir 1770

  1. No trackbacks yet.