Home > Surat Setoran Pajak > Formulir SSP Baru

Formulir SSP Baru


 Powered by Max Banner Ads 

Baru-baru ini telah terbit Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-38/PJ/2009 tanggal 23 Juni 2009 tentang Bentuk Formulir Surat Setoran Pajak. Peraturan Dirjen ini mengatur bentuk formulir SSP menggantikan peraturan sebelumnya yang mengatur bentuk SSP yaitu Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-01/PJ/2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-102/PJ/2006. Ketentuan baru tentang bentuk SSP ini mulai berlaku tanggal 1 Juli 2009.

Perubahan Bentuk SSP

Secara umum bentuk SSP lama dan SSP baru hampir sama saja. Namun demikian ada beberapa perubahan dalam SSP baru yaitu :

a. Dalam SSP baru ini ditambahkan ruang untuk mencantumkan Nomor Objek Pajak PBB serta alamat Objek Pajak. Informasi ini dicantumkan dalam hal ada pembayaran pajak yang terkait dengan objek PBB yaitu pembayaran PPh atas transaksi pengalihan hak atas tanah/bangunan dan pembayaran PPN kegiatan membangun sendiri.. Pencantuman data NOP ini, seperti dijelaskan dalam pertimbangan peraturan ini, adalah untuk dapat dimanfaatkan dalam kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi pajak.

b. Diperkenalkannya istilah Kode Akun Pajak sebagai pengganti Kode Mata Anggaran Penerimaan (Kode MAP) dalam SSP lama. Perubahan istilah ini tidak terlepas dari adanya penyempurnaan Bagan Perkiraan Standar menjadi Bagan Akun Standar yang menjadi dasar pengisian Kode Akun Pajak dalam SSP baru ini. Namun demikian, kalau saya lihat sepintas kode MAP lama sama saja dengan Kode Akun Pajak baru ini sebagaimana dicantumkan dalam lampiran 2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini. Untuk mengetahui daftar lengkap Kode Akun Pajak silahkan klik di link berikut : Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran.

Untuk lebih mengenal lebih jauh tentang bentuk SSP yang baru ini, silahkan download :

a. Peraturan lengkap PER-38/PJ/2009

b. Lampiran 1 : bentuk formulir SSP baru dan petunjuk pengisiannya

c. Lampiran 2 : Tabel Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran

c. Formulir SSP Baru Versi Excel

Categories: Surat Setoran Pajak Tags: ,
  1. fitri
    July 17th, 2009 at 07:16 | #1

    Apakah masih boleh pakai ssp fomat lama? sampai kapan?

  2. admin
    July 19th, 2009 at 02:47 | #2

    boleh sampai dengan desember 2009…

  3. Rully
    July 30th, 2009 at 07:29 | #3

    Pa, kalo SSP PPh Pasal 21 itu seperti apa ya? dan digunakan pada saat kapan? thx

  4. Rully
    July 30th, 2009 at 07:30 | #4

    maksud saya SSP PPh Pasal 21 DTP

  5. August 18th, 2009 at 05:04 | #5

    donload formulir ssp pph ps 25 untuk badan usaha (PT) di mana ya? Bisa kirimin? Tengkiu

    SSP PPh Pasal 25 sama saja bentuknya dengan SSP untuk jenis pajak yang lain. Bisa didownload di halaman download bu Dewi…

  6. Ina
    January 4th, 2010 at 03:59 | #6

    sorry numpang lewat

    ini ada program untuk mencetak SSP 2009 (Carbonized)
    http://www.4shared.com/file/187756286/76c8a2f/SSP_2009.html

    Thx
    (Ina)

  7. me
    January 6th, 2010 at 09:33 | #7

    admin :
    boleh sampai dengan desember 2009…

    yah udah beli banyak2 dibuang donk .. padahal cuma beda dikit yah..

  8. February 4th, 2010 at 06:17 | #8

    Matursembahnuwun

    Doa saya semoga semua fiscus seperti panjenengan

  9. March 20th, 2010 at 07:07 | #9
  10. agus
    April 13th, 2010 at 16:08 | #10

    apa perbedaan SSP dan bukti pemotongan pph 23, minta tolong diberikan penjelasan, makasih

  11. hasrial
    August 14th, 2010 at 07:39 | #11

    pak, kami minta tolong di kirimin format ssp terbaru, soalnya sekarang kami masih memakai ssp yang lama. tks

  12. Arisman
    October 12th, 2010 at 04:35 | #12

    thx,, saya dapat mengerjakan yugas

  13. March 15th, 2011 at 15:33 | #13

    makasih…..kerjaan jadi terbantu berkat blog ini…

  14. fajaru
    March 24th, 2011 at 09:05 | #14

    Pak mau tanya tuk bayr pajak pasal 4 ayat 2 tentang sewa gedung, apakah nop di ssp diisi pak ?

  1. No trackbacks yet.