Powered by Max Banner Ads 

e-Filing pajak atau lapor pajak online dapat mempersingkat waktu penuntasan pelaporan pajak perusahaan hingga 50%! Berkat penerapan sistem elektronik dalam perhitungan, pembayaran dan pelaporan pajak ini di Indonesia, Bank Dunia dan PWC melaporkan proses penuntasan pajak berkurang dari 560 jam menjadi 254 jam di tahun 2015.

Ini berarti bila dalam sebulan terdapat 22 hari kerja, maka seorang wajib pajak terutama wajib pajak badan harus menghabiskan waktunya sekitar 11 jam dalam 1 hari. Melebihi waktu kerja normal seseorang dalam satu hari. Sementara itu, Hong Kong merupakan negara terefisien di dunia dalam hal proses penuntasan pajak. Dalam sebulan hanya dibutuhkan 78 jam saja untuk penuntasan pajak atau rata-rata 3,5 jam per hari.

e-Filing pajak tak hanya berguna untuk menghemat waktu wajib pajak dalam mengantri, tapi juga mengurangi biaya penuntasan pajak. Di beberapa negara, seperti di Afrika Selatan, e-filing atau lapor pajak online dapat mengurangi biaya penuntasan pajak hingga 22,4%. Walaupun ada juga di beberapa negara seperti di Nepal dan Ukraina, penerapan e-Filing pajak justru meningkatkan biaya perusahaan sekitar 20-25%. Namun menurut Bank Dunia ini dikarenakan implementasi prosedur e-filing yang kurang bagus di negara-negara tersebut.

Bagaimana dengan di Indonesia? Belum ada penelitiannya. Namun kini dengan kehadiran layanan e-Filing pajak perusahaan gratis di Indonesiasetidaknya dapat memudahkan dan mengurangi biaya perusahaan untuk menuntaskan laporan pajaknya.

Sistem elektronik tidak saja memudahkan dan menghemat waktu dan biaya wajib pajak, tapi juga petugas pajak. e-Filing dapat memperingan pekerjaan sehari-hari petugas pajak. Selain itu juga mengurangi biaya operasional dalam memproses, menangani dan menyimpan SPT laporan pajak. e-Filing memberi kesempatan petugas administrasi pajak untuk melakukan pekerjaan lainnya seperti audit atau fokus pada pelayanan wajib pajak.

Kini, menurut data World Bank dan PWC juga, sebanyak 43% dari 189 negara-negara di dunia telah menerapkan e-filing dan pembayaran online, sekurangnya untuk 1 jenis pajak. Sebagian di antaranya bahkan telah mewajibkan penerapan e-filing di negaranya.

Untuk melakukan e-Filing pajak, wajib pajak harus memiliki eFIN atau Electronic Filing Identification Number terlebih dahuludengan mengajukan formulir permohonan eFIN bersama sejumlah persyaratan lainnya ke KPP. Setelah itu, maka Anda pun sudah bisa merasakan kemudahan e-Filing tanpa harus antri di KPP lagi.

Dian Puspa