Home > PPh Badan, PPh Orang Pribadi, SPT Tahunan > Bagaimana Cara Menyampaikan SPT Tahunan?

Bagaimana Cara Menyampaikan SPT Tahunan?


 Powered by Max Banner Ads 

sptTahun 2009 sudah berakhir. Bagi Wajib Pajak, berakhirnya tahun 2009 ini berarti kewajiban penyampaian SPT Tahunan sudah dipersiapkan. Bagi Anda Wajib Pajak Orang Pribadi, sebaiknya Anda memahami dulu jenis SPT Tahunan apa yang harus dibuat, apakah cukup formulir 1770 SS, formulir 1770 S atau bahkan formulir 1770. Untuk mengetahuinya, silahkan diklik postingan saya sebelumnya :SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun 2009.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan tentang tata cara penyampaian SPT Tahunan yang pada dasarnya sama dengan tatacara penyampaian SPT Tahunan tahun lalu. Namun demikian, bagi Wajib Pajak baru, mungkin hal ini belum cukup diketahui. Nah, tata cara penyampaian SPT ini akan berkisar pasa beberapa hal penting yang harus diketahui seperti batas waktu penyampaian SPT Tahunan beserta sanksinya apabila tidak memenuhi batas waktu tersebut, tempat penyampaian SPT Tahunan, dan cara menyampaikan SPT Tahunan.

Batas Waktu Penyampaian SPT Tahunan

Berdasarkan Pasal 3 ayat (3) UU KUP, batas waktu penyampaian SPT Tahunan 2009 pada umumnya adalah tanggal 31 Maret 2010 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi serta paling lambat 30 April 2010 bagi Wajib Pajak Badan.

Keterlambatan penyampaian SPT Tahunan ini akan menimbulkan sanksi administrasi berupa denda sebagaimana diatur dalam Pasal 7 UU KUP. Besarnya sanksi denda ini adalah Rp100.000,- (seratur ribu rupiah) bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan Rp1.000.000,- (satu juta rupiah) bagi Wajib Pajak badan.

Tempat Penyampaian SPT Tahunan

Jika Anda akan menyampaikan SPT Tahunan secara langsung, maka Anda bisa menyampaikan SPT di kantor-kantor pajak terdekat. Penyampaian SPT Tahunan juga bisa dilakukan di pojok-pojok pajak dan mobil pajak yang nanti pada musim penerimaan SPT Tahunan biasanya dibuka di pusat-pusat keramaian.

Penyampaian SPT Tahunan ini tidak mesti harus di kantor pajak tempat Anda terdaftar. Artinya, jika misalnya Anda terdaftar di KPP Pratama Pekalongan, maka bisa saja Anda menyampaikan SPT Tahunan di KPP Pratama Gambir Empat di Jakarta. Atau jika misalnya Anda sedang jalan-jalan di mall menemukan pojok pajak, Anda bisa langsung menyampaian SPT Tahunan di tempat tersebut.

Kantor pajak yang menerima SPT Tahunan Wajib Pajak yang terdaftar pada kantor pajak lain nantinya akan langsung mengirimkannya ke kantor pajak tempat Wajib Pajak terdaftar. Ketentuan seperti ini sudah mulai diberlakukan sejak tahun lalu sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada Wajib Pajak.

Cara Penyampaian SPT Tahunan

Jika Anda menyampaikan SPT Tahunan secara langsung ke kantor pajak/mobil pajak/pojok pajak terdekat, maka penyampaian SPT dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. SPT Tahunan dimasukkan ke dalam amplop tertutup

2. Di bagian luar amplop dituliskan, nama, NPWP, tahun pajak, status SPT (kurang bayar, lebih bayar atau nihil), dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Setelah diserahkan kepada petugas penerima SPT Tahunan, Anda akan diberikan tanda terima yang berisi nomor tanda terima, tanggal penerimaan, nama petugas penerima SPT Tahunan dan stempel kantor penerima SPT Tahunan. Tanda terima ini sebaiknya Anda simpan dan jangan sampai hilang karena merupakan bukti bahwa Anda telah menyampaikan SPT Tahunan pada suatu tanggal tertentu.

Pada saat penyampaian SPT Tahunan ini petugas penerima SPT Tahunan tidak membuka amplop dan tidak melakukan penelitian atas SPT. Dengan kata lain, apapun isi amplop tersebut dan apakah SPT di dalamnya sudah betul atau tidak, petugas penerima SPT Tahunan harus menerimanya dan memberikan tanda terima.

Selain secara langsung, penyampaian SPT dapat pula dilakukan secara pos dengan bukti pengiriman surat ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Anda terdaftar. Penyampaian SPT juga bisa dilakukan melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dan dikirimkan ke KPP tempat Anda terdaftar.

SPT Tidak Lengkap

Seperti sudah disinggung di atas, petugas penerima SPT Tahunan tidak melakukan penelitian atas kelengkapan SPT Tahunan yang diterimanya. Proses penelitian dilakukan kemudian dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak SPT Tahunan diterima atau paling lambat 14 hari sejak SPT Tahunan diterima bagi SPT yang statusnya lebih bayar.

Jika berdasarkan penelitian ini SPT Tahunan dinyatakan lengkap maka SPT dilakukan proses perekaman.

Jika berdasarkan penelitian ternyata SPT Tahunan dinyatakan tidak lengkap maka , maka kepada Wajib Pajak dikirimkan surat permintaan kelengkapan SPT Tahunan. Wajib Pajak harus melengkapinya dalam jangka waktu 30 sejak tanggal surat permintaan kelengkapan. Apabila dalam jangka waktu tersebut Wajib Pajak tidak melengkapinya maka SPT Tahunan Wajib Pajak dianggap tidak disampaikan. Dan kepada Wajib Pajak dikirimkan surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa SPT Tahunan dianggap tidak disampaikan.

  1. Senfrie
    January 22nd, 2010 at 01:57 | #1

    saya mau tanya, saya buat NPWP pribadi bulan Oktober 2009. Apakah saya kena denda karena tidak menyetorkan SPT tahun 2008?

  2. Yon
    January 30th, 2010 at 08:52 | #2

    Hidup saya mulai tidak tenang semenjak punya NPWP. Saya yakin banyak masyarakat yang stress karena selain diwajibkan membayar pajak juga ada masalah birokrasi dalam pelaporan pajak tiap bulan dan tahun yang membuat rakyat tiap kali jantungnya berdetak kencang karena sewaktu-waktu bisa dikenai denda bahkan kurungan karena setiap aturan pajak pasti ada celahnya dan tidak sempurna dan bisa disalahkan.. Pajak seharusnya bisa membuat masyarakat nyaman tanpa perlu direpotkan.

    Usulan saya kepada pemerintah, Sebaiknya NPWP pribadi bisa dihapuskan dan dibuat sistem lain dimana rakyat bisa membayar pajak tanpa perlu disibukkan dengan urusan birokrasi misalnya pengenaan pajak final terhadap tiap transaksi. Ini lebih enak karena sangat sederhana, tidak menghabiskan waktu untuk tiap bulan lapor. Dan rakyat tidak perlu takut salah lapor karena sudah kena pajak dan tercatat otomatis.

    system self assessment pajak yang diterapkan sekarang dimana masyarkat harus lapor sendiri dinilai akan membuat banyak celah untuk dipersalahkan oelh petugas pajak. Rakyat juga sewaktu-waktu bisa mudah sekali disalahkan karena kerumitan pasal-pasal dan kesalahan dalam pembukuan.

    saya siap pilih partai yang ingin menghapuskan NPWP.

  3. dars
    January 31st, 2010 at 15:37 | #3

    Setuju dengan yon. Sebaiknya lapor SPT hanya ditujukan pada WP badan saja atau WPOP super kaya yang omsetnya milyaran. Sedangkan WPOP biasa hendaknya digunakan system pajak final saja dimana setiap transaksi dikenakan pajak final. Kalau ada transasksi yang luput dari pajak hendaknya dianggap rezeki buat rakyat saja. Masa uang receh mau dipajakin juga.. Biarlah rakyat merasakan hasil keringatnya sendiri.

    Keuntungannya, petugas pajak jadi tidak perlu repot ngurusin administrasi pajak orang-orang kecil Jadi bisa fokus kepada WPOP kaya saja.
    Uang pajak juga bisa lebih banyak yang masuk, karena orang-orang kecil mau bayar pajak tanpa takut harus lapor atau diperiksa karena pajaknya sudah otomatis tercatat.

    Kartu NPWP untuk WPOP dibawah penghasilan 1 Milyar sebaiknya dihapuskan agar orang kecil tidak susah dan bisa hidup dengan tenang di negara Indonesia. Gantinya pemerintah mengganti dengan system pajak final yang dipotong di tiap-tiap gaji atau upah dari perusahaan, tiap transaksi jual beli dengan WP badan, jual beli tanah, jual beli kendaraan, SIM, STNK, tiket pesawat, paspor dll.

    System self assessment sangat merepotkan rakyat dan saya yakin petugas pajak juga ikut repot. Celakanya lagi setiap masyarakat akan menjadi resah dan semakin membenci pemerintah setiap membayar pajak.

    Negara ini adalah milik rakyat dan saya yakin rakyat Indonesia mau membayar pajak tapi menolak system yang rumit dan meresahkan.

    Semoga ada pejabat atau anggota DPR yang membaca tulisan ini.

  4. masyruchi
    March 1st, 2010 at 08:32 | #4

    salam pak Dudi
    sedikit pertanyaan untuk kesulitan yang sedang saya alami.
    bagaimana perlakuan angsuran pph pasal 25 bulan des yang dibayar di tahun berikutnya dalam penyusunan laporan keuangan fiskal?
    apakah diakui sebagai hutang pajak atau pengakuan lain?
    trim’s untuk jawabannya

    PPh Pasal 25 dicatat pertama kali sebagai piutang (pajak di bayar di muka). Perkiraan ini nanti akan diofset dengan perkiraan biaya Pajak Penghasilan (income tax expense)

  5. umi
    March 27th, 2010 at 03:30 | #5

    Yth. Pak Dudi

    Dh,
    Mohon advisnya, bila awal 2010 saya diberhentikan jadi penyalur sehingga badan usaha sudah tidak aktif, bagaimana cara mengajukan surat permohonan pengurangan angsuran ?
    surat ditujukan kepada siapa ?
    dasar dari surat yang perlu dilampirkan apa saja?
    karena bila saya tidak mengajukan ini saya harus menggunakan perhitungan biasa dan harus bayar pph 25, bila badan usaha saya tidak aktif akibatnya pasti spt 2010 akan lebih bayar.
    terima kasih
    salam hormat,
    umi

  6. mao
    July 3rd, 2010 at 13:06 | #6

    maw tanya nih…
    kalo mo ngajuin spt tahunan untuk wp badan,biasa data2 apa yang perlu untuk melengkapi saat maw setor spt tahunan? trims.

  7. ndoroputry
    July 24th, 2010 at 16:12 | #7

    saya setuju dengan yon dan dars..
    beneran deh, saya jadi pusing sama urusan pajak, udah kerja freelance serabutan,,nga ngerti pajak..trus salah isi .. tiba2 dikirimin surat yg ga tau isinya apa…trus disuruh dateng ke kantor pajak…

    duh jadi nyesel bikin npwp…lama2 npwp bukannya mensejahterakan rakyat malah nyusahin rakyat kecil..duit yg didapet ga seberapa, pusingnya bikin stress..

    yang ada rakyat udah susah hidupnya, malah makin susah…mending untuk WPOP ga perlu bikin SPT lah..cukup dikenakan saja pajak final ,.,

    npwp yang membawa sengsara…

    boleh diceritakan kasusnya mas/mbak, biar jelas permasalahannya…

  8. DODO
    December 23rd, 2010 at 11:05 | #8

    PA SAYA MAU TANYA CARA PERHITUNGAN PAJAK STNK BAIK MOTOR/MOBIL GMN YAH?????DAN BESAR DENDA TELAT BAYAR PAJAK ITU BERAPA????/MAKASIH SEBELUM’Y

  9. kresna
    January 6th, 2011 at 15:12 | #9

    setuju yon, saya juga pusing ngurusin pajak, apalagi kakek saya yg udah umur 85 masih harus ngisi spt, boro boro ngisi spt mau jalan aja susah,

  10. sita
    January 12th, 2011 at 07:51 | #10

    SSP PPH 21 BULAN DESEMBER INI HARUSNYA ADA BAYAR, SEHARUSNYA SEPERTI TAHUN LALU TAHUNAN PPH 21 DIBAYAR DI DESEMBER TAPI SAYA LUPA, MASA DESEMBER SAYA LAPORKAN NIHIL. GIMANA CARA LAPOR PMEBETULANNYA???? TRIMS

  11. admin
    January 15th, 2011 at 01:19 | #11

    maaf, pajak kendaraan adalah wewenang Pemprov, blog ini hanya melingkupi PPh dan PPN saja di mana saya memahaminya, pajak di luar itu saja tidak mengerti, mungkin ada yang bisa bantu?

  12. admin
    January 15th, 2011 at 01:27 | #12

    asumsi saya : SPT Masa Desember sudah dilaporkan ya? kalau begitu buat saja SPT Masa PPh Pasal 21 lagi, namanya SPT Masa 21 Pembetulan, tulis saja di formulir indulnya, Pembetulan 1….

  13. liliana
    January 18th, 2011 at 09:17 | #13

    slmt sore…
    mau tanya, sy punya npwp dan terakhir laporan tahunan bln Maret 2010 lalu (masa pajak 2009- 1770ss). sejak 1januari 2010 sy sudah tidak bekerja lagi(ibu rumah tangga) dan pindah tinggal di singapore ikut suami.

    yg mau sy tanyakan,
    ~~ NPWP sy belum tutup (blm sempat urus), sy harus bagaimana yah?
    ~~ jika harus tetap bikin laporan tahunan, lampiran/form apa yg dipakai? caranya bagaimana? apakah laporan nihil?
    ~~ apakah penyampaian laporan spt bisa online dan tidak perlu hadir ke kantor pajak? atau ada bisa disampaikan lewat kantor perwakilan RI di singapore/KBRI?

    mohon pencerahan dari Bapak/Ibu yang mengerti ttg hal ini… trima kasih sebelumnya.

    Lili

  14. kiki
    February 22nd, 2011 at 08:13 | #14

    selamat sore,,,
    beberapa tahun yg lalu sy sebagai warga negara yg baik mengurus pembuatan NPWP pribadi.stlh jadi,nlm sempat dilaporkan ke kantor,kantor saya dinyatakan tutup.pada saat saya mengurus ke kantor pajak memimta solusi.tp petugas disana hanya bil baru bisa d urus kl ad surat keterangan dari kantor sblmnya.sy sdh coba jelaskan kl kntr saya tutup,tp beliau tetap bil harus ada surat dr perusahaan mengenai pembayaran pajak saya bln2 sblmnya.sy jd semakin bingung.akhrnya sampai skrng sy tdk pernah lapor pajak.
    kl ada yg tau info or saran saya hrs bagaimana, sy sangat hargai sekali.
    terima kasih sebelumnya

  15. quad
    March 17th, 2011 at 05:12 | #15

    slamat siang,,
    hampir setahun yg lalu saya membuat NPWP untuk syarat bebas fiskal karena akan mengikuti suatu perlombaan di luar negeri dan status saya sampai saat ini adalah seorang mahasiswa…

    yang ingin saya tanyakan adalah, apakah saya juga harus melapor SPT, dan kalau iya bagaimana caranya sedangkan saya sama sekali belum berpenghasilan.
    dan yang saya khawatirkan adalah denda yang nantinya akan diberikan jika terlambat melaporkan SPT.

    mohon saran dan nashatnya..
    dan terima kasih sbelum dan sesudahnya..

  16. basamo
    November 17th, 2011 at 03:32 | #16

    SPT memang menyusahkan.

    kerjaan ga jelas, tar dapet tar enggak disuruh bikin laporan, udah dapet dibawah UMR disuruh lapor, males amat deh.

    yang gede2 malah bebas2 aja tu ga bayar.

    saya harap WPOP dihapuskan sajalah.

  17. amy
    December 4th, 2011 at 12:15 | #17

    dear admin…
    mau tny, sy dah pny npwp pribadi tetapi tdk pny penghasilan…apa yg hrs di laporkan?
    trus, apakah npwp pribadi bisa di tutup? bagaimana prosedurnya?
    mohon bantuannya, makasih….

  18. coi
    February 17th, 2012 at 01:50 | #18

    Admin,di jawab dooooooong.pertanyaan2x di atas.

  19. maksi
    March 28th, 2012 at 12:16 | #19

    saya seorang PNS, gol.iv, penghasilan kurang dari 60. juta, bagaimana cara pengisian SPT tahunan 2011, apakah harus mengisi spt tahunan 1770 s, 1770 s-1, 1770 s – II atau cukup 1770 ss,? mohon penjelasan trima kasih

  20. ogiapt
    March 18th, 2015 at 08:29 | #20

    hallo pak Dudi Wahyudi,

    saya memiliki npwp di KPP Lhokseumawe (aceh), sementara saya bekerja dan tinggal di Jakarta. Apakah bisa saya melaporkan SPT tahunan di KPP Terdekat (KPP Pasar Minggu)?
    Apakah tetap bisa melaporkan SPT di sana meskipun KTP dan NPWP saya asli Aceh?
    saya pernah mengurus surat domisili tapi bermasalah saat ttd Kelurahan (katanya hanya warga asli kelurahannya saja yang bisa membuat surat domisili). Sampai saat ini saya hanya punya surat domisili di tingkat RT saja.

    Terima Kasih atas jawabannya Pak Dudi.

  21. Yuni
    April 6th, 2016 at 12:10 | #21

    Sdr sy tidak mengerti pajak,tahun 2012 ketika ada dana, Sdr sy mendirikan CV dibantu
    permodalan oleh rekannya. NPWP CV keluar di tahun ini (2012). Tapi CV ini tidak dioperasikan (belum berjalan)
    baru feb 2016 ini mendaftarkan PKP. ketika akan mendaftar e-pajak, diminta SPT tahunan,lalu di suruh ke Help Desk, di arahkan u membuat SPT tahunan secara manual dr thn 2012 s/d 2015,Sdr sy membuatnya dengan nilai NIHIL,demikian jg dg Neraca dan R/L, dan membuat surat pernyataan bahwa mmg CV nya blm beroperasi selama didirikan sampai saat ini. Tapi begitu pelaporan di pimpong ke sana – ke sini, ada yg bilang bertemu AR nya saja dulu, tapi bertemu AR nya pun harus dapat rekomendasi, katanya harus ada validasi dulu, ada penelitian dulu, ujung2nya harus ONLINE katanya, Sdr.saya tdk mengerti, jadi hrs bgmn?

  1. January 7th, 2015 at 20:18 | #1