Archive

Archive for January, 2013

Jenis SPT Tahunan Apakah Yang Cocok Buat Anda?

January 3rd, 2013 9 comments

 Powered by Max Banner Ads 

Mulai bulan Januari 2013 ini, Anda yang telah memiliki NPWP harus mulai bersiap-siap untuk menyampaikan SPT Tahunan. Ya, walaupun batas waktu penyampaian SPT Tahunan orang pribadi adalah 31 Maret 2013 nanti, tapi tidak ada salahnya bila Anda mempersiapkannya dari sekarang.

Nah, hal pertama yang harus Anda ketahui, terutama bagi Wajib Pajak baru, adalah jenis SPT Tahunan yang mana yang harus saya sampaikan nanti. Terdapat tiga jenis SPT Tahunan untuk Wajib Pajak orang pribadi yaitu SPT Tahunan dengan kode 1770, 1770 S, dan 1770 SS. Artikel singkat ini akan menuntun Anda untuk mengetahui jenis SPT yang cocok bagi Anda.

Bila Anda Pengusaha

Pertanyaan yang pertama yang harus diajukan adalah, apakah Anda memperoleh penghasilan dari kegiatan usaha atau pekerjaan bebas? Jika jawabannya ya, maka tidak ada pilihan lain bagi Anda selain harus mempersiapkan SPT Tahunan dengan kode 1770. Formulir SPT ini memang disiapkan untuk Wajib Pajak pengusaha sehingga bentuk dan pengisiannyapun relatif lebih sulit dan lebih rumit.

Contoh jenis Wajib Pajak ini misalnya adalah Wajib Pajak orang pribadi yang memiliki toko, memiliki salon kecantikan, memiliki warung makan, memiliki usaha persewaan dan lain-lain. Termasuk dalam kelompok ini adalah dokter yang membuka praktek ataupun akuntan, konsultan, arsitek yang membuka praktek sendiri.

Bila Anda Bukan Pengusaha

Bila Anda bukan termasuk kelompok di atas, maka sebenarnya Anda boleh saja menggunakan formulir 1770, tetapi hal ini tidak saya sarankan karena formulir lain bentuk dan cara pengisiannya lebih sederhana.

Ya, bagi Anda yang tidak melakukan kegiatan usaha ataupun pekerjaan bebas, maka terdapat jenis SPT Tahunan yang lebih simpel yaitu SPT Tahunan dengan kode 1770 S dan 1770 SS. Akhiran S dan SS menunjukkan bahwa formulir SPT ini lebih sederhana dibandingkan dengan formulir 1770.

Mari kita lihat yang 1770 SS. Untuk siapakah SPT Tahunan yang paling sederhana ini? Formulir ini hanya ditujukan bagi Wajib Pajak orang pribadi yang penghasilannya hanya dari satu pemberi kerja saja dengan total penghasilan setahun tidak lebih dari Rp60 Juta. Jadi tidak ada penghasilan lain, kecuali penghasilan dari bunga bank atau bunga koperasi.

Pemberi kerja itu pada umumnya adalah perusahaan, instansi pemerintah, lembaga tempat orang bekerja. Total penghasilan setahun bisa dilihat di bukti pemotongan PPh Pasal 21 dari pemberi kerja (formulir 1721-A1). Di formulir tersebut ada baris “penghasilan bruto”.  Nah, angka di bagian itulah patokannya.

Anda yang masuk kelompok ini sebenarnya bisa saja menggunakan formulir 1770 S atau 1770, tapi kembali pada prinsip, kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit?

Buat Siapa 1770 S?

Nah, jika Anda bukan termasuk pengusaha dan juga tidak termasuk yang boleh menggunakan formulir 1770 SS, maka Anda dapat menggunakan formulir 1770 S daripada 1770. Formulir 1770 SS tidak diperkenankan.

Siapakah yang termasuk kelompok ini? Misalnya adalah orang yang penghasilannya dari pekerjaan dengan penghasilan bruto setahun lebih dari Rp60 Juta. Bisa juga orang yang punya penghasilan lain selain dari pekerjaan (tapi bukan dari usaha). Termasuk juga dalam kelompok ini adalah orang yang penghasilannya berasal dari passive income.

Jadi, jenis SPT Tahunan apa yang cocok buat Anda?

Berapa PTKP Anda Tahun 2013?

January 3rd, 2013 7 comments

Tanggal 1 Januari Tahun 2013 ini adalah awal berlakunya PTKP terbaru. Apa sih PTKP? Nah, PTKP itu adalah singkatan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak. Besarnya PTKP ini akan menentukan besarnya pajak yang akan kita bayar. Mengapa demikian? Ya karena PTKP ini adalah pengurang pajak bagi Wajib Pajak orang pribadi. Terus berapa besarnya PTKP itu?

Nah, tahun lalu telah muncul Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur perubahan PTKP. Peraturan tersebut adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.11/2012 tanggal 22 Oktober 2012 yang menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak pada tahun 2013 sebesar 53%. Ya, mulai 1 Januari 2013 kemarin, PTKP naik 53% yang berarti beban pajak masyarakat Indonesia akan berkurang, terutama kalangan masyarakat bawah.

Besarnya PTKP ini menjadi minimal Rp24.300.000,00 bagi Wajib Pajak yang berstatus tidak menikah dan tanpa tanggungan dan maksimal Rp56.700.000,00 bagi Wajib Pajak berstatus menikah dengan penghasilan istri digabung serta memiliki 3 atau lebih tanggungan.

Secara rinci, besarnya PTKP tahun 2013 adalah:

  • Rp24.300.000,00 untuk Wajib Pajak sendiri (sebelumnya Rp15.840.000,00)
  • Rp2.025.000,00 untuk Wajib Pajak yang berstatus kawin (sebelumnya Rp1.320.000,00)
  • Rp24.300.000,00 untuk  penghasilan seorang istri yang digabung (sebelumnya Rp15.840.000,00), dan
  • Rp2.025.000,00 untuk satu orang tanggungan dengan maksimal 3 orang tanggungan (sebelumnya Rp1.320.000,00)

Nah, karena PTKP baru ini berlaku mulai 1 Januari 2013, maka efek dari perubahan ini akan terasa pada pemotongan PPh Pasal 21 bulan Januari 2013 bagi Wajib Pajak karyawan. Jumlah PPh Pasal 21 yang dipotong akan berkurang, bahkan menjadi nihil. Tentu saja, karyawan yang PPh Pasal 21 nya ditanggung perusahaan tidak akan merasakan efek ini.

Jadi, besarnya PTKP tergantung kepada status perkawinan Anda,  berapa jumlah tanggungan Anda dan apakah istri Anda memilki penghasilan atau tidak.

Contoh, bila pada tanggal 1 Januari 2013 Anda berstatus menikah dan telah memiliki anak dua orang serta istri Anda tidak berpenghasilan, maka besarnya PTKP Anda adalah:

  • Rp24.300.000,00 untuk diri Anda sendiri
  • Rp2.025.000,00 karena status Anda menikah
  • 2 x Rp2.025.000,00 untung anak Anda sebagai tanggungan

Jumlah semuanya adalah Rp30.375.000,00 setahun atau Rp2.531.250,00 sebulan. Jadi, jika penghasilan Anda kurang dari Rp2.531.250,00 sebulan, maka Anda tidak akan kena pajak di tahun 2013 ini.